ICCTF In The News

My Title

News Coverage

Kunjungan Donor, Media dan Stakeholder ICCTF-Lombok Timur

 

 

ICCTF-Puska UI Inisiasi Klub Pengukur Hujan di NTB

Lombok Timur (ANTARA News) – Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) bersama dengan Pusat Kajian Antropologi FISIP Universitas Indonesia menginisiasi pembentukan Klub Pengukur Curah Hujan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

 

Sumber :   antaranews.com, 19 Juli 2016 (3.022 views)

Link       : http://www.antaranews.com/berita/573892/icctf-puska-ui-inisiasi-klub-pengukur-hujan-di-ntb

 

Catatan : Newsfeed tersebut ditayangkan juga di link berikut:

-         Pelangi Indonesia : http://www.pelangi.or.id/news-1024-icctfpuska-ui-inisiasi-klub-pengukur-hujan-di-ntb.html

 

Centong, Penolong Petani Biar Untung

Jakarta – CNN Indonesia – Maskandar ingat kekecewaannya saat gagal panen dua tahun lalu. Dirinya tak mendapatkan untung saat itu, padahal menjadi petani adalah satu-satunya pekerjaan. Maskandar adalah petani tembakau asal Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

 

Sumber :  cnnindonesia.com, 20 Juli 2016

Link       : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160720101430-20-145793/centong-penolong-petani-biar-untung/

 

Catatan : Newsfeed tersebut ditayangkan juga di link berikut:

-         Humas dan Protokol Setda Kabupaten Banyuasin http://humas.banyuasinkab.go.id/2016/07/20/centong-penolong-petani-biar-untung/

 

Iklim Berubah, Penanggalan Pertanian Tradisional Tak Efektif Lagi

Metrotvnews.com, Lombok-Timur: Sistem penanggalan pertanian tradisional seperti Pranatamangsa di Pulau Jawa atau Warige di Pulau Lombok sudah tidak efektif digunakan. Perubahan iklim global membuat siklus pertanian terganggu.

 

Sumber : Metrotvnews.com, 20 Juli 2016

Link       :http://m.metrotvnews.com/news/daerah/9K5GmWxb-iklim-berubah-penanggalan-pertanian-tradisional-tak-efektif-lagi

 

Antisipasi Hujan Cegah Gagal Panen

Lombok, NTB – Zulkarnain, 32 tahun petani asal Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan tidak khawatir gagal panen karena sekarang ia mampu mengantisipasi datangnya hujan. Sejak Januari 2015, Zulkarnain bersama 34 petani dari Desa Pandanwangi telah menjadi anggota Klub Pengukur Curah Hujan (KPCH) yang dilatih oleh Pusat Kajian Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI). Program pelatihan berlanjut di tahun 2016 hingga 2018 dengan dukungan dana dari Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF).

 

Sumber : Sekretariat RAN GRK, 19 Juli 2016

Link       :http://www.sekretariat-rangrk.org/component/content/article/9-uncategorised/288-antisipasi-hujan-u

 

Penanggalan Pertanian Tradisional Sudah Tidak Efektif

Pakar Antropologi Universitas Indonesia Prof. Yunita T. Winarto menilai sistem penanggalan pertanian tradisional seperti Pranatamangsa di Pulau Jawa atau Warige di Pulau Lombok sudah tidak efektif digunakan karena perubahan iklim global.

 

Sumber : posbali.id, 20 Juli 2016

Link       : https://www.posbali.id/penanggalan-pertanian-tradisional-sudah-tidak-efektif/

 

Pakar: Penanggalan Pertanian Tradisional Sudah Tidak Efektif

Sehubungan dengan upaya menanggulangi dampak perubahan iklim di bidang pertanian, Pusat Kajian Antropologi FISIP UI bekerjasama dengan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) melakukan penyuluhan kepada petani Kabupaten Lombok Timur NTB untuk menyikapi hal tersebut.

 

Sumber : bali.antaranews.com

Link       :http://bali.antaranews.com/berita/93270/pakar-penanggalan-pertanian-tradisional-sudah-tidak-efektif

 

Pakar: Penanggalan Pertanian Tradisional Sudah Tidak Efektif

Lombok Timur, (Antara Sumbar) – Pakar Antropologi Universitas Indonesia Yunita T. Winarto menilai sistem penanggalan pertanian tradisional seperti Pranatamangsa di Pulau Jawa atau Warige di Pulau Lombok sudah tidak efektif digunakan karena perubahan iklim global.

 

Sumber :  antarasumbar.com

Link       : http://www.antarasumbar.com/berita/182340/pakar-penanggalan-pertanian-tradisional-sudah-tidak-efektif.html

 

Catatan : Newsfeed tersebut ditayangkan juga di link berikut:

-         Metrobali : http://metrobali.com/2016/07/20/pakar-penanggalan-pertanian-tradisional-sudah-tidak-efektif/

 

Marak Maling Ternak, Warga Jerowaru Tak Mau Pelihara Hewan

Beritacenter.com – Warga di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, NTB, mengaku tidak memelihara binatang ternak seperti kambing, sapi, atau kerbau karena maraknya pencurian yang terjadi di wilayah tersebut.

 

Sumber : beritacenter.com, 20 Juli 2016

Link       :http://beritacenter.com/news-57117-marak-maling-ternak-warga-jerowaru-tak-mau-pelihara-hewan.html

 

Pranatawangsa dan Warige Dinilai Tidak Efektif Lagi

Perubahan iklim global yang kini tengah terjadi berdampak pada siklus pertanian tradisional. Sistem penanggalan pertanian tradisional seperti Pranatamangsa di Pulau Jawa atau Warige di Pulau Lombok sudah tidak efektif digunakan.

 

Sumber : mediatani.com, 20 Juli 2016

Link       : http://mediatani.com/pranatawangsa-dan-wargie-dinilai-tidak-efektif-lagi/

 

 

 
 

Tenders and Vacancies


Terms of Use






The Indonesian Climate Change Trust Fund is a non-profit organization as defined by Indonesian rules and regulations.

ICCTF Secretariat
Wisma Bakrie II, 20th Floor
Jl. HR. Rasuna Said Kav. B-2, Jakarta-Selatan, Indonesia
Phone: (62 21) 5794 5760 | Facsimile: (62 21) 5794 5759
Email: secretariat@icctf.or.id

Learn more about Us

FacebookTwitter



Supported By
DANIDA
 
 
Technical Assistance Supported By
 
 
Recommended Links